INSPIRASI PERNIKAHAN

(http://inspirasipernikahan.blogspot.com/)

SEKS DALAM PERNIKAHAN

Pernikahan adalah bersatunya laki-laki dan wanita dalam ikatan janji yang suci, sakral, bahkan sebuah ibadah. Perlu sekali untuk mengerti perbedaan-perbedaan ini sehingga kita lebih bisa menerima pasangan kita, bahkan bukan hanya menerima, tetapi membahagiakannya. Ada kebahagian dalam membuat orang lain bahagia. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.

A. Sex dan Perasaan

Laki-laki Lebih mudah terangsang, dan bisa terangsang walaupun tidak jatuh cinta. Laki-laki bisa melihat foto atau gambar siapa saja (bisa anak buah, atasan, tentangga, teman) yang telanjang atau menonjol bagian dada/ payudara atau paha dan menjadi terangsang. Lain dengan wanita yang perlu terlibat perasaannya, untuk menjadi terangsang, karena wanita kuat perasaannya. Misal kalau seorang isteri paginya dimarah-marahi suaminya (atau anak lagi sakit), mana mungkin malamnya dia mau diajak hubungan suami-isteri. Bahkan sering terjadi, ketika seorang istri dimarahi, dibentak apalagi dimuka umum, sehingga perasaannya terluka, kecewa dan kepahitan, maka sebulan kemudian hormon belum produksi juga. Wanita jika perasaan terluka, hormon tidak produksi, bisa menjadi frigid, mau dikasih vitamin, minuman atau makanan apa saja seperti gunung es yang tidak ada effeknya.

Lain dengan laki-laki yang paginya bisa saja dongkol, begitu malam dia lihat isterinya ganti baju di depan matanya, maka niatpun bisa timbul dan dongkol dengan segera bisa hilang.

Wanita dengan otak kanannya yang besar, otak kanan yang berhubungan dengan kinerja perasaan, intuisi, membuat wanita menghubungkan seluruh kehidupannya dengan perasaannya. Wanita merangkai bagian satu dengan bagian lain dalam kehidupan ini dengan perasaannya. Karena itu penting sekali bagi suami untuk menjagai perasaan istri. Wanita perlu dipuaskan perasaannya sebelum dipuaskan tubuhnya.

B. Sex dan Uang

Pepatah mengatakan “Dimana hartamu disitu hatimu”. Maka ada saran, kalau mau mencintai isteri lebih dan lebih lagi, sederhana saja, berikan hartamu pada isterimu. Laki-laki mau memberikan uangnya dengan murah hati, dengan royal kalau dia dilayani kebutuhan sexualnya. Sex merupakan hal yang penting dalam dunia laki-laki.

Wanita merasa berarti kalau dia dipercaya, dan bukti nyata kalau dia dipercaya adalah wewenang mengelola keuangan. Wanita akan bahagia kalau pegang uang, wanita damai sejahtera kalau dompetnya ada isinya dan tabungannya saldonya cukup untuk 3 bulan kedepan. Wanita mudah redam amarahnya kalau diberi hadiah, diberi uang atau pemberian lainnya. Wanita perlu merasa bahagia untuk tergerak melakukan hubungan sexual.

Mana telor dulu apa ayam dulu? Kalau engkau seorang wanita, layani kebutuhan sex suamimu dengan baik, engkau akan mendapatkan apa yang engkau inginkan, kalau engkau suami, berikan uangmu pada isterimu, engkau akan mendapatkan apa yang engkau inginkan. Isteri usahakan untuk mencintai pribadi suamimu dan bukan uangnya, suami jangan cintai uang hasil keringatmu, tetapi isterimu. ‘Akar segala kejahatan adalah cinta uang’.

Suami dan isteri menikah bukan hanya untuk menjadi satu daging/ sex , tetapi juga satu jiwa dan satu aset. Suami dan isteri perlu menjadi ‘teman hidup’ bagi pasangannya dan bukan hanya teman tidur. Teman hidup berarti ada keterbukaan, ada kepercayaan satu dengan lainnya termasuk dalam hal keuangan. Tidak seharusnya ada berbagai istilah seperti; ‘uang laki-laki’ ‘uang bawah bantal’ untuk menggambarkan uang untuk dana taktis, uang yang tidak diketahui oleh pasangannya.

Tentu kita harus berhikmat jika pasangan seorang ‘penjudi’ ‘pemboros’ uang belanja satu bulan bisa habis satu minggu dan selanjutnya pinjam sana sini, ngebon di warung, gosok credit card dan tidak bisa bayar. Didik pasanganmu untuk mengatur keuangan, diskusikan bersama apa saja anggaran keuangan rumah tangga dengan dana yang ada.

C. Sex dan Sentuhan

Wanita memerlukan sentuhan lebih dari pada yang laki-laki mengertinya. Sentuhan dalam kehidupan sehari-hari seperti digandeng tanggannya, dirangkul, digandeng waktu berjalan di jalan atau di plaza. Wanita memerlukan sentuhan sebagai kebutuhan yang utama, sebagaimana kebutuhan makan dan minum. Laki-laki jangan menyentuh wanita hanya dalam rangka untuk ke arah sex saja. Sentuhlah juga sebagai ungkapan perhatian, sebagai ucapan selamat pagi, sebagai ungkapan terima kasih dan untuk itu sentuhlah dengan memegang, menepuk atau mengelus punggung atau bahkan mengecuk kening atau jari.

Wanita memiliki kulit yang 10X lebih peka daripada kulit pria. Peka terhadap kotoran yang ada di kulitnya, kadang juga lebih sensitif terhadap serangga, makanan dan hal lainnya, sehingga ketika wanita kulitnya sudah merah dan bentol bentol, sementara pria tidak apa apa. Wanita dengan kulitnya yang sensitif suka disentuh, tetapi jangan mendesak dan jangan kasar.

Sentuhan bisa merupakan ungkapan keakraban, keintiman, support. Sebenarnya laki-lakipun akan merasa senang dengan ‘disentuh’ seperti bersalaman atau tepukan di pundak. Baik dalam persahabatan pergaulan secara umum maupun dalam hubungan suami istri. Hanya wanita memerlukan sentuhan dalam dosis yang lebih tinggi dari laki-laki. Laki laki sangat menyukai kata kata ‘encouragement’ kata kata yang ‘mendorong’ atau ‘membangun’.

Saya cukup ingat bagaimana manager saya di Astra Export dulu sering menepuk punggung saya atau menjabat salam sambil mengatakan; “God Luck” jika saya mau menemui relasi, buyer atau berangkat pameran dagang, ataupun pergi ke daerah untuk ‘sourching’, mencari suplier. Ini hal yang cukup saya kenang dari atasan saya yang sekarang akhirnya juga menjadi partner saya hingga sekarang ini (2005) dalam IFA Club setelah kami keluar dari Astra Export tahun 1992 lalu.

Manusia memang memiliki kebutuhan untuk ‘disentuh’, jadi sentuhlah pasanganmu. Penuhi kebutuhannya dan bahagiakan dia.

D. Sex dan Kata-kata Verbal

Banyak laki-laki tidak mengerti bahwa wanita memerlukan kata-kata verbal ungkapan cinta. Banyak laki-laki bukan belajar bangaimana mengungkapkan cinta dengan kata-kata, tetapi sibuk mengejar berbagai obat kuat.

Banyak laki-laki yang berpikir bahwa saya mencintai isteri saya dengan perbuatan saya, saya bekerja, saya mencari nafkah dan saya tidak menyeleweng, tidak berjudi dan berbuat yang aneh-aneh. Ini memang baik, tetapi tidak cukup! Wanita perlu mendengar. Wanita perlu dipuaskan hatinya dan lubang kepuasannya adalah telinganya!! Setelah hatinya terpuaskan, wanita baru bisa terpuaskan biologisnya, mencapai orgasme saat bercinta. Wanita butuh ‘jatuh cinta’ untuk terangsang. Wanita butuh kata kata verbal untuk membangkitkan cintanya.


E. Sex dan Waktu

Laki-laki 90% dimuka bumi cukup dengan dua atau lima menit untuk mencapai kepuasan, mencapai ejakulasi, mencapai orgasme, wanita butuh waktu lebih lama (9-15 menit)

Banyak laki-laki menyalah artikan hal ini dengan mengejar berbagai obat kuat, yang akan membuatnya ‘long life’ tahan lama sehingga bisa bertempur cukup panjang. Tidak selalu harus demikian arti konsep hal ini. Kalau wanita butuh waktu lebih lama untuk puas, maka waktu itu bukan ‘waktu tempur’nya, tetapi ‘pendahuluannya’.

Pendahuluan yang bisa berupa ‘bercakap-cakap’, ngobrol, atau dipijitin sambil didengar ceritanya. Pendahuluan bahkan bisa dimulai ketika bangun pagi, berikan perhatian dan ‘terima kasih’ atas apa yang dilakukan pasanganmu pagi itu, Jam istirahat siang telephone/sms-lah ke rumah/ pasanganmu, makan malam bersama, dengan saling menatap dan menyampaikan kata-kata pujian, kata-kata penguatan, encouragement. Dilanjutkan dengan menonton TV bersama sambil mengobrol dan saling menyentuh.

Ini membuat wanita intim secara jiwa, secara perasaan dan ini diperlukannya untuk intim secara daging, secara sexual. Wanita perlu dipuaskan kebutuhan-kebutuhan emosinya.

Memang wanita senang dengan ‘surprise’ jika itu berupa hadiah, pemberian, tetapi wanita pada umumnya tidak siap untuk bercinta secara mendadak, tanpa sinyal-sinyal terlebih dahulu. Wanita pada umumnya akan menolak atau akan dengan enggan melakukannya jika tiba-tiba di tengah malam ada ‘serangan’ mendadak, atau pagi-pagi ada ‘serangan fajar’.

F. Sex dan Kepuasan

Ada perasaan puas setelah kita melakukan hubungan sex. Tetapi sebenarnya kepuasan ini tidaklah maksimal jika tidak ada perasaan cinta yang terlibat. Sex akan menghasilkan persaan puas yang maksimal jika saling memberi respons, saling menginginkan dan melakukannya sebagai ungkapan kerinduan, ungkapan keintiman dan ungkapan kasih cinta.

Sex akan membosankan dan mencapai kejenuhan jika masuk dalam rutinitas, bahkan dalam keterpaksaan, yang satu merasa dimanfaatkan yang lainnya dan merasa sebagai alat pemuas nafsu belaka.

Karena itu setiap orang harus belajar bagaimana cara memuaskan pasangannya, dan untuk itu bisa dengan membicarakannya, apa dan bagaimana yang membuatnya enak, tidak sakit, apa dan bagaimana yang membuatnya senang.

Cukup banyak juga wanita yang cukup bahagia, dengan bisa membahagiakan dan memuaskan suaminya.

MERUBAH PASANGAN

Kenyataan menunjukkan bahwa begitu banyak pasangan pernikahan yang mengalami frustasi karena pasangannya tidak berubah sejak menikah hingga saat ini setelah belasan bahkan puluhan tahun menikah. Mungkinkan temperamen diubah? Bisakah kebiasaan diubah? Bagaimana cara merubah pasangan hidup kita? Tuntutan, omelan, marah tidak banyak merubah. Penerimaan, pujian akan banyak merubah. Kita tidak mungkin merubahnya tanpa menerimanya.

1. Langkah pertama jika mau merubah pasanganmu adalah dengan menerimanya, menerima dan mengasihi apa adanya.

2. Langkah kedua, buatlah pasanganmu bahagia, karena orang bahagia berbuat baik, orang bahagia berubah. Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai. Ada hukum tabur tuai, ada hukum karma, ada hukum imbal balik, apapun nama hukum terfsebut prinsipnya sama.

3. Langkah ketiga, ubahlah dirimu seperti yang juga diharapkan pasanganmu. Pasanganmu akan berubah dengan perubahanmu.

Kebiasaan, temperamen, karakter bahkan gen bisa mengalami mutasi, bisa berubah! Untuk merubah baik diri sendiri ataupun pasangan, kita perlu:

1. Mengenal diri sendiri, baik temperamen dasar, kepribadian, kebiasaan, karakter kita.

2. Mengenal lebih jauh kelemahan dan kelebihan. Kita bisa minta tolong bantuan psikolog/ test kepribadian/ test temperamen dasar untuk pengenalan jati diri yang details.

3. Secara sadar mengubah kebiasaan diri sendiri yang tidak baik. Perlu waktu dan latihan, komitment dan kesabaran. Yang pasti dimuka bumi ini semua bisa berubah.

MEMBANGUN KEINTIMAN

Keintiman tidak turun dari langit, tetapi dibangun melalui komunikasi dan kebersamaan dalam waktu yang lama, karena melibatkan kepercayaan, kejujuran, komitment dan interaksi antar pribadi. Karena itu berikan waktu/ prioritas untuk hal hal berikut ini:
Jangan lewati setiap hari tanpa berkata sayang.
Sediakan waktu setiap hari untuk berbincang bincang.
Jangan lewati setiap hari tanpa salah satu dari kecupan/pegangan/pelukan atau sentuhan fisik lainnya
Minimal seminggu sekali makan malam keluarga
Jangan lupakan hari ulang tahunnya
Jangan lupakan hari ulang tahun pernikahanmu
Kalau engkau banyak perbedaan dan minat, maka carilah satu bidang kehidupan ini dan pasti ada, dimana engkau berdua bisa melakukannya bersama sama.
Tegor kesalahannya tetapi jangan serang pribadinya.
Belajarlah untuk jujur, sekalipun dengan kejujuran itu engkau harus bertengkar. Bertengkarlah secara ‘profesional’, hadapi dengan hati terbuka, tidak dendam.
Belajarlah untuk memandangnya secra positif, liat baiknya, ucapkan syukur dan mulailah BERTINDAK memujinya.Pujilah pasanganmu, engkau akan melihat dia bahagia,dan BERUBAH dalam banyak hal.
Ketika PUJIAN kepada pasangan mulai digemakan, engkau akan merasakan suasana yang berubah, hubungan mulai cair, keintiman mulai dibangun. Pujian yang sewajarnya bukan mengada ada dan bukan rayuan.

KEINTIMAN BERARTI PRIORITAS

Dalam hidup ini, jika kita menikah, maka suami atau isteri adalah nomor satu. Taruh nomor 2 itu anak, nomor 3 orang tua, mertua atau lainnya entah itu pelayanan Yayasan, klub olah raga, politik, hoby atau hal lainnya yang menarik bagi saudara, tetapi jangan taruh pasanganmu di nomor lainnya.
Meninggalkan orang tua, bukan berarti tidak mengasihi, tidak merawat, tetapi dalam skala prioritas, bahwa prioritas pertama bagi suami adalah isteri dan prioritas pertama bagi isteri adalah suami, bukan anak, bukan orang tua, bukan pelayanan sosial, politik atau lainnya.

Sering di dalam pernikahan, masing-masing memberikan prioritas dan kasih kepada keluarganya, kepada orang tua, adik dan kakaknya. Masing-masing memberikan bantuan keuangan kepada keluarganya, bahkan dengan cara sembunyi-sembunyi, tanpa diketahui oleh pasangannya. Ini cara yang tidak benar. Didik dan arahkan hubungan pernikahanmu dalam keadaan yang terbuka dalam segala hal, termasuk terbuka dalam hal keuangan. Suami dan istri itu satu, tidak boleh ada rahasia. Belajarlah juga untuk mengasihi keluarga pasanganmu, namun tetap yang namanya prioritas adalah suami/istri. Ketika saya memberi prioritas lebih kepada isteri saya, saya justru bisa mengasihi lebih baik lagi orang tua saya.

Orang tua juga perlu belajar untuk tidak mengintervensi terlalu banyak anak dan mantunya. Biarkan mereka mandiri. Anak perlu belajar untuk tidak bergantung dengan orang tua, jika sudah menikah. Biarkan anak dan mantumu berkembang kepribadianya, idenya, rancangan dan belajar bertanggung jawab dengan rumah tangganya.

Sering pernikahan menjadi hambar, suami istri mulai bertengkar dan celah serta kesempatan perselingkuhan mulai diciptakan, ketika orang menaruh pasangan bukan di nomor satu. Banyak istri-istri mengasihi dan memprioritaskan anak lebih dari suami, waktu, perhatian, tenaga, kasih semua dicurahkan ke anaknya, makan dengan anak, main dengan anak, mandi dengan anak, bahkan tidurpun anaknya bersamanya.
Ketika keintiman dan keakraban dan perhatian dengan anak dibawa hingga ke tempat tidur, masalah mulai terjadi. Suami merasa terganggu dengan ‘kehadiran’ sang anak. Anak bisa dididik dan dimandirikan dengan mulai belajar tidur sendiri di kamarnya.

Dengan memberikan prioritas, maka itulah bentuk praktis dari kasih dan komitment. Memberi prioritas kepada pasangan justru sering memberikan produktifitas dan kualitas yang lebih pada hal dan segment lainnya, karena akan dilakukan dengan dukungan dan pengertian pasangan, dilakukan dengan terbuka dan tanpa beban.

Misal, ketika saya memprioritaskan orang tua saya lebih dari istri, maka saya memberi bantuan bulanan 200 ribu kepada orang tua secara terbuka dengan istri dan ditambah dengan pemberian sembunyi-sembunyi katakan 100 ribu hingga 1 juta secara berkala. Namun ketika saya memberi prioritas lebih kepada istri, mengasihi lebih, terbuka lebih, istri saya saya prioritaskan di nomor 1, maka kami berdua memberikan bantuan untuk orang tua jutsru 750ribu bahkan akhirnya 1 juta dan terus naik, karena dengan keterbukaan dan kesepakatan, maka secara prioritas turun tetapi secara kuantitas dan kualitas justru naik.

Hal itu dimungkinkan karena ketika istri dan suami sehati, rukun, maka justru tidak pernah kekurangan rezeki. Berkat selalu saja ada bahkan melimpah. Keberuntungan seolah tiada hentinya dan segala malapetaka, kerugian, dicurangi orang dll dihindarkan Tuhan.

Inilah pentingnya menaruh PRIORITAS di dalam kehidupan ini. Jika kita memiliki urutan prioritas yang benar, hidup juga tenang.

Ketika sebuah pasangan pernikahan lalai dan mengabaikan memberi prioritas pada pasangannya, hubungan mulai terdistorsi, celah mulai ada dan bahkan perselingkuhan terjadi, kadang sudah terlambat untuk memperbaikinya. Sulit dan butuh waktu yang panjang untuk sebuah proses pemulihan (restorasi) dan pendamaian (rekonsiliasi). Karena itu biarlah buku ini mengingatkan pernikahan saudara, berikan prioritas!!!

PERNIKAHAN: Keintiman Psikologis

Suami wanita sebenarnya tidak akan pernah mengalami keintiman biologis yang indah jika mereka tidak mengalami keintiman secara psikologis, secara emosi, secara rohani.

Tidak banyak pria sadar dan mengetahui bahwa bagi wanita, keintiman emosi ini sangat penting. Suami harus melibatkan isterinya dalam kehidupannya, menerima dan menghargainya sebagai pribadi, mendengarkannya dan menyediakan waktu untuk berbicara. Keterbukaan merupakan sumbangan yang sangat besar pada keintiman emosi.

Jika wanita tidak merasa dekat secara emosi, secara perasaan dengan suaminya, maka sex baginya tidaklah lebih sekedar ‘kewajiban’ yang harus dijalankan, dan bukan sebagai ungkapan rasa cinta, bukan sebagai sesuatu yang dirindukan. Hanya dengan keintiman emosi, wanita akan memberikan responsnya dalam berhubungan suami isteri. Wanita perlu ‘jatuh’ cinta (atau lebih tepatnya ‘ditumbuhkan’ cintanya) untuk terangsang. Sedangkan laki laki tidak perlu ‘jatuh cinta’ untuk terangsang. Laki laki bisa melihat siapa saja/ foto wanita telanjang dan akan terangsang, sedangkan wanita mungkin akan mersa jijik melihat laki laki telanjang karena tidak ada hubungan emosi.

Kembali saya ingatkan fakta hasil survey, yang mengatakan bahwa 60% wanita menikah untuk kebutuhan ‘rasa aman’, ‘masa depan’, ‘mencintai dan dicintai’, ‘memiliki dan dimiliki’, maka juga tidak heran kalau wanita melakukan selingkuh, dimulai dengan hanya ‘bersahabat’, ‘ngobrol’, ‘sharing’, berbagi perasaan dan akhirnya sampai perzinahan, karena wanita tidak mendapatkan hal ini dari suaminya. Pria perlu mengerti hal ini!!

Hai para suami, jadikanlah istrimu sahabatmu!! Teman berolah raga, teman bicara bisnis, bicara prinsip hidup, teman berpergian dll. Libatkan istrimu dalam kehidupanmu, mintailah pendapatnya, itu tidak merendahkan dirimu, tetapi menghargai dia. Libatkan dirimu dalam kegiatan dan kehidupanya atau libatkan dirinya dalam kehidupanmu, itulah cara membangun keintiman psikologis.

PERNIKAHAN: Keintiman Biologis

Keintiman biologis atau sex adalah anugerah Tuhan yang luar biasa, yang menjadi kebutuhan hidup dan kebahagian hidup bagi manusia. Selain anugerah juga merupakan masalah bagi banyak pasangan, sehingga dalam buku ini dan juga dalam tanya jawab akan dipenuhi dengan hal-hal ini.

Dalam survey yang saya adakan melibatkan 6 ribuan responden, dari Sumatra Utara hingga Irian, Sangihe hingga Nias dalam berbagai seminar keluarga yang saya adakan, saya memberikan pertanyaan sederhana: Apa yang engkau inginkan, apa kebutuhannmu yang berhubungan dengan pasanganmu? Maka muncul berbagai jawabab diantaranya:

  1. Saya ingin dicintai
  2. Saya mau dia perhatikan saya
  3. Saya mau dia sediakan waktu buat keluarga
  4. Saya mau di dengarkan
  5. Saya mau dia mau bercinta dengan saya lebih sering
  6. Saya mau dia bercinta dengan saya dengan respons, bukan dengan ogah-ogahan
  7. Saya mau dia menerima keluarga saya
  8. Saya mau dia tidak membohongi saya
  9. Saya mau dia terbuka dalam hal keuangan
  10. Saya mau supaya kalau bicara jangan seperti memerintah dan menyalahkan
  11. Saya paling tidak suka disalahkan/ diceritakan kekurangan saya pada orang lain
  12. Saya mau dipuji
  13. Saya mau dibelikan hadiah sebagai ungkapan cinta
  14. Saya mau dia mesra tidak hanya di kamar tetapi juga di depan umum/ di publik.
  15. Saya mau dia berubah
  16. Saya mau dia prioritaskan saya

Dan masih banyak lagi berbagai jawaban lain. Kemudian kami meminta peserta seminar memberikan nomor urut dalam berbagai jawaban tadi, dan setelah mengelompokkan jawaban sejenis dalam satu group dan mencatat berapa kali jawaban muncul dan sebagai nomor urut keberapa, maka dijumpai hal yang mengejutkan

Pria membutuhkan keintiman biologis dalam nomor urut ke 2 setelah kebutuhan akan kasih, sedang wanita menaruh dalam urutan ke 12 atau 13 untuk kebutuhan yang sama!!! Mengapa demikian? Karena bagi wanita, selain keintiman biologis, maka keintiman psikologis itu sangat penting!!

Wanita juga perlu betul-betul mengerti hal ini, bahwa bagi pria, bagi suami, sex itu penting, kebutuhan yang cukup dominan untuk sering dipenuhi seperti halnya makan dan minum. Jika wanita tidak mengerti hal ini dan suaminya tidak terpenuhi kebutuhannya, perselingkuhan akan terjadi. Menyedihkan bahwa 70% pernikahan mengalami kisah perselingkuhan. Sesuatu yang seharusnya kita bisa mencegahnya jika kita mengerti, sadar dan berbuat sesuai pengertian kita.

Hai para istri, berminatlah dalam hal-hal sex dengan suami, karena sex dengan suami di dalam pernikahan itu kudus. Aktiflah berpartisipasi dalam hal ini, karena ini hal penting bagi pria. Jangan katakan: “Ah suami saya tidak ada bosanya ya dan tak ada puasnya, maunya sex terus” Karena bagi pria sex adalah kebutuhan sama halnya makan atau kencing. Tentu engkau tidak akan berkata demikian bukan?: “Ah suami saya tidak punya penguasaan diri, setiap hari dia kencing, kok nggak bosan sih kencing” Sex adalah sebuah kebutuhan.

Secara umum, pria memerlukan hubungan intim 2-3 kali dalam seminggu. Pria yang sibuk dengan berbagai kegiatan, oleh raga, dagang, travelling sehingga menyerap banyak energi, pikiran dan tenaga, bahkan menyerap hormonnya, akan lebih bisa melupakan kebutuhan akan hal ini, dan cukup dengan 1 kali seminggu atau bahkan 1 atau 2 kali saja dalam sebulan.

Ingat kembali apa yang saya paparkan dalam bab sebelumnya, bahwa 70% pria di Amerika menikah karena alasan bilogis, dorongan sexual. Logis jika pria akan menyeleweng, selingkuh, mencari di tempat lainnya jika pria tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, yang memang menjadi motivasinya untuk apa dia menikah. Wanita, isteri perlu mengerti hal ini. Kegagalan untuk mengerti hal ini dan justru menghakimi, kalau begitu dia tidak mengasihi saya, tetapi nafsu, itu bukan kasih. Ini sikap yang tidak produktif.

PERNIKAHAN: Menikah Bukan Untuk Menjadi Sama

Saya mengajarkan bahwa menikah untuk menjadi satu dan bukan menjadi sama, persatuan bukan persamaan, kesatuan bukan kesamaan.

Saya setuju bahwa kita harus mencari pasangan ‘yang sepadan’ atau seimbang, dalam arti yang sebanyak mungkin persamaannya, baik secara pendidikan, ekonomi, budaya, sosial, latar belakang keluarga bahkan agama atau kerohanian Namun walaupun kita sudah memilih yang banyak persamaannya, maka setelah menikah dengan segera, banyak orang menyadari bahwa mereka menemukan banyak ‘perbedaan’ seperti diatas.

Orang akan frustasi jika menikah dan menargetkan untuk menjadi sama. Bukan untuk menjadi sama tetapi untuk menjadi satu, untuk apa menjadi satu? Untuk saling melengkapi. Dan untuk itu terima apa adanya pasanganmu, sikapnya, sifatnya, temperamennya, karakternya. Dengan mulai menerimanya bahkan sering terjadi perubahan ke arah perbaikkan. Kita tidak bisa merubah pasangan dengan mencela, menuntut, mengomelinya. Dengan saling menuntut perubahan, maka yang menuntut capek, yang dituntutpun frustasi.

Penerimaan itu perlu, bahkan salah satu kebutuhan dasar seorang manusia. Penerimaan membuat seseorang merasa bahagia, dan sering dari sikap hati bahagia justru muncul perbuatan-perbuatan yang simpatik.

Saya juga sempat kecewa, sempat menyesal, bahkan rasa-rasanya saya terlalu buru-buru mengambil keputusan untuk menikah. Saya juga sempat frustasi, kok kami berbeda, ini tidak seperti banyangan saya tentang pernikahan, bahwa kami akan selalu bersama-sama, bekerja bersama, kegiatan sosial bersama, berpergian bersama dan melakukan segala sesuatu bersama sama.

Namun saya menjumpai banyak perbedaan diantara kami, salah satu saja misalnya, saya suka bepergian dan saya ingin istri saya selalu ikut saya, tetapi hal itu tidak terjadi. Saya sempat berpikir apakah saya telah menikahai orang yang salah? Namun setelah saya renung-renungkan, dan mulai berpikir positif tentang SALING MELENGKAPI, maka ada benarnya juga, jika kami berdua senang bepergian, sudah pasti anak anak kami bukanlah para juara kelas seperti saat ini, karena anak anak sekarang beban tugas sekolah, pr, ulangan dan tugas tugas lainnya benar benar memerlukan perhatian dari orang tua, dan istri saya adalah seorang ibu yang baik buat anak anak.

Perbedaan lainnya, saya orang yang mudah kasihan, suka menolong, dan mudah sekali mengeluarkan uang, berapapun yang ada di dompet atau tabungan saya dengan cepat disalurkan, ada saja yang saya anggap perlu untuk ditolong. Saya punya keinginan yang sangat kuat untuk memberi. Tidak demikian dengan istri saya. Hal ini bisa menimbulkan konflik diantara kami, sampai akhirnya saya mulai berpikir positif, benar juga ya bahwa kami ‘dijodohkan’ untuk saling ‘melengkapi’ karena kalau kami berdua sama, sudah pasti akan segera ‘bangkrut’. Jadi justru istri Tuhan berikan untuk menutupi apa yang kurang atau apa yang berlebihan sehingga menjadi ‘balance’ atau imbang.

Lalu saya mulai belajar untuk menerima, dan yang cukup efektif untuk menerimanya adalah mulai melihat sisi baiknya, melihat perbedaan itu sebagai kelengkapan, sebagai ‘tulang rusuk’ kita yang ‘hilang’ dan bahkan mulai mengucapkan syukur untuk pasangan kita, untuk kebiasaannya, untuk sikap-sikapnya. Ketika saya mulai berdoa dan mengucapkan ucapkan syukur tentang pasangan saya, banyak hal yang mulai berubah. Terima dan mengucap syukurlah. Mulai ucapkan kata-kata ucapan syukur.

Suami istri disatukan dalam pernikahan bukan untuk menjadi sama, tetapi untuk menjadi satu sehingga saling melengkapi.

PERBEDAAN PRIA & WANITA: Jempol Kiri Jempol Kanan

Cara mudah untuk test, apakah perasaan atau pikiran kita yang kuat sebenarnya sangat mudah. Saya telah mencobanya dan 80% akan benar. Lipatkan tangan saudara, dengan jari-jari dilipat , tiap jari berselang-seling seperti saudara akan berdoa dan lipat tangan. Lakukan dengan santai, secara natural. Nah saudara juga bisa melakukannya sekarang setelah membaca bagian ini. Lakukan dulu dan baru baca lanjutkan perikop selanjutnya.

Nah jangan baca lagi, stop dulu dan betul-betul lakukan dulu. Sudah? Nah coba perhatikan, jempol mana yang ada di paling atas? Jempol kiri atau kanan? Kalau jempol kiri yang diatas, otak kanan saudara yang kuat dan perasaan saudara cukup kuat, kalau jempol kanan yang diatas, otak kiri yang kuat dan pikiran atau logika saudara cukup dominan.

Saudara mungkin tidak percaya? Apa hubungannya? Kok semudah itu? Buktikan saja dengan survey, mulailah meminta teman-teman saudara melakukan lipat tangan dan perhatikan tangannya. Saudara akan menjumpai orang-orang yang dominan perasaannya menaruh jempol kiri diatas dan sebaliknya. Saya mencobanya dalam berbagai pertemuan dan seminar yang melibatkan ribuan orang dan saya menjumpai 80% benar.

Saya juga menjumpai fenomena lain dalam generasi ini, bahwa cukup banyak wanita dengan otak kiri cukup kuat. Faktor pendidikan dan lingkungan, dimana banyak wanita melanjutkan pendidikan hingga Sarjana bahkan Master atau Doktor, tanpa sadar pikirannya, otak kirinya dibangun dengan kuat dan menjadi dominan. Maka lahirlah banyak wanita yang sangat mandiri, dominan, kuat logika dan pikiran, bahkan terkesan cuek, tidak atau kurang romantis, hampir-hampir tidak pernah menangis, sangat tegar, lingkungan yang memaksa untuk mandiri dan merubahnya. Lingkungan dan masa lalu, misal sejak SMP atau SMA sudah koss/ sekolah diluar kota juga banyak membuat orang menjadi sangat mandiri. Hidup dengan lingkungan yang memaksa terus menggunakan logika daripada perasaan, maka secara bertahun tahun telah membangun otak kirinya.

Kebalikannya, kita juga banyak menjumpai laki-laki dengan otak kanan yang berkembang, mereka sangat perasa, kolokan, manja, mudah menangis. Laki-laki dengan perkembangan otak kanan, yang biasanya mereka para artis, seniman, pemusik, pelukis yang memang merupakan kemampuan otak kanan. Ketika menekuni bidang tersebut maka otak kanan dilatih dan berkembang.

Yang indah,saya jumpai fenomena adalah jika laki-lakinya demikian, Tuhan menjodohkan dengan wanita yang mandiri, sehingga saling melengkapi.

Otak kanan, otak kiri, temperamen dasar ini bukan soal baik atau tidak baik, dosa atau tidak dosa, tetapi supaya kita mengenal diri sendiri dan mengenal pasangan kita, dan dengan demikian kita bisa lebih mengerti, lebih menerima dan bersikap tepat, mengucap syukur dengan diri sendiri dan mengucap syukur atas pasangan yang Tuhan berikan dan dengan demikian kita hidup bahagia.

Tuhan memang menciptakan berbeda, Tuhan memang menciptakan demikian. Maka jangan menikah dengan sebuah daftar panjang berisi hal-hal yang harus dirubah oleh pasangan, tetapi terima pasanganmu. Menikah tidak untuk merubah pasangan tetapi mencintai pasangan dan mencintai berarti menerima.

Orang diterima akan bahagia karena kebutuhan dasarnya dipenuhi, kebutuhan untuk diterima dan orang bahagia berubah. Namun saran saya jangan menerima atau berbuat baik karena engkau mau merubahnya, engkau akan capek ditengah jalan, karena merasa sudah banyak berbuat baik, memberi pengertian kok pasangan tidak berubah ubah.

Menikah tidak untuk merubah tetapi untuk saling menerima, saling melengkapi.

PERBEDAAN PRIA & WANITA: Temperamen Dasar

Selain otak kiri dan otak kanan, manusia memiliki temperamen dasar, berapa presentasi kolerik, sanguin, melankolik dan pleqmatik. Temperamen dasar secara psikologis, bukanlah kesimpulan, tapi alat diagnosa untuk mengenal diri sendiri dan mengenal orang lain dengan lebih baik, dan dengan demikian kita bisa bersikap dengan tepat, baik untuk diri sendiri atau orang lain.

Karakter, temperamen bisa diubahkan, untuk mengubah kita perlu mengerti terlebih dahulu seperti apa bahan bakunya. Test psikotes temperamen akan membantu kita untuk mengerti hal-hal positif dan negatif dalam setiap individu berdasarkan pendekatan temperamen dasar, pendekatan secara ilmiah, secara genetik, sifat-sifat seseorang, dan dengan itu kita bisa secara sadar juga melakukan latihan untuk memperbaiki kekurangan.

Pengetahuan mengenai temperamen dasar ini juga akan sangat membantu dalam kita menerima, mengerti, mengasihi dan bersikap dengan pasangan kita. Mengenai temperamen dasar ini saya tidak bahas, dan saya menyarankan bacalah buku-buku mengenai hal ini, yang banyak tersedia di Toko Buku, karena ini juga membantu seseorang untuk menerima diri sendiri, menerima orang lain dan merubahnya secara senang, mencapai temperamen yang imbang, karakter yang dewasa.

PERBEDAAN PRIA & WANITA: Dihormati Dikasihi

Laki-laki merasa bahagia jika dihormati dan wanita bahagia jika dikasihi. Banyak wanita yang tidak mempersoalkan berapa pendapatan suaminya, wanita tidak bahagia bukan karena suami tidak menyediakan uang, tetapi karena emosi-emosinya tidak terpenuhi. (Kebutuhan akan perlindungan, perhatian,pengertian, kasih, kehangatan,dll

PERBEDAAN PRIA & WANITA: Mencium dan Melihat, dan hal lainnya

Wanita kuat di penciuman, peka terhadap bau, aroma, itu sebabnya wanita suka parfum, minyak wangi lebih dari pria. Wanita men-‘check’ kebersihan suaminya, bajunya dengan menciumnya. Terkadang baju masih bersih menurut suaminya dan suaminya mau memakai lagi, tetapi istri sudah memasukkannya ke tempat cucian. Dari mana isteri menilainya kotor? Dari baunya! Pria (saya katakan diatas kuat mata) menilai baju bersih apa tidak dengan melihat bagian dalam kerah bajunya, kalau masih belum ‘dekil’ masih ok.

Ketika seorang wanita berkata; “Ah bau tai (kotoran)”. Pria mulai celingukan, mencari dengan matanya; “Mana tainya? Ngaak ada!”

Wanita kuat di saraf-saraf kulit, wanita membutuhkan sentuhan sepanjang hidupnya. Sentuhan yang tidak harus berarti persiapan hubungan sexual, tetapi sentuhan ungkapan kedekatan, perhatian dan kasih sayang. Wanita perlu dirangkul, dipeluk dan menikmati hal itu. Jika suami tidak pernah ‘menyentuh’ istrinya, maka efek samping psikologis, seperti istri mudah marah, ‘BeTe’ (Bad Tempered), atau bereaksi berdebat, menyalahkan, atau menjadi kolokan, merajuk atau menyalurkan ke Mall dengan ‘gila’ belanja.

PERBEDAAN PRIA & WANITA: Keperkasaan dan Kelembutan

Seluruh dunia ini yang saya belum kunjungi tinggalah Afrika dan Russia (hingga saat ini th 2002), selebihnya sudah, baik Amerika, Australia, Eropa Barat, Eropa Timur, Hongkong, Taiwan, China, Korea, Emirat Arab dan Israel. Sementara untuk di Indonesia, saudara bisa sebut salah satu propinsi mana saja termasuk propinsi yang baru dibentuk akhir-akhir ini, maka saya akan menyebutkan 3 sampai 6 kabupaten di propinsi itu yang dalam waktu 5 th terakhir ini saya kunjungi.

Yang menarik bagi saya, saya menjumpai diseluruh muka bumi ini baik kota besar atau pelosok pedalaman Kalimantan Timur, Irian atau tempat lainnya, baik daerah kantong Kristen di Minahasa atau kantong islam di Sunda, agama apapun, budaya apapun, kaya atau miskin, kota atau desa, sama, saya menjumpai iklan, toko, kios yang menjual semacam Viagra, X-gra, Valiant, Kuku Bima, Pasak Bumi, Ramuan Madura, Qaromah dan sejenisnya yang menawarkan menjadikan pria perkasa dan tahan lama.

Iklan, media, internet, buku-buku, film sex semua bermuara pada pembentukan opini bahwa laki-laki harus perkasa dan tahan lama untuk memuaskan wanita. Bisnis produk dibidang ini, baik itu berupa obat, multi vitamin, suplemen, bahan alami, juice, minuman penyegar, minuman kuat, jamu dan bentuk lainnya yang diposisikan dan dipromosikan berkonotasi memberikan vitalitas laku keras dipasar.

Sayapun hampir-hampir tergoda untuk mengkonsumsinya. Namun sebelumnya saya sempat bertanya dan berkomunikasi dengan isteri saya. Suatu kali di kamar tidur, saya bertanya kepadanya: “Yaaaang apa dan bagimana sih yang membuat kamu puas?” Dia menjawab: “Kamu mendengar dan bercerita saya bahagia, kamu terbuka soal keuangan dan melibatkan saya dalam kehidupan dan kegiatanmu saya bahagia, kamu pengertian dan sayang anak-anak saya bahagia” “Aah.. bukan itu… maksud saya dalam hal sex” Dia menjawab yang mengejutkan saya; “Saya dipeluk saja sudah puas”. Karena saya sudah janji dalam hati, malam itu saya akan puaskan isteri saya, apapun jawabannya saya akan melakukannya, maka saya peluk dia, dan benar begitu puasnya tidak lama lagi dia tidur. Isteri saya tidur setelah dipeluk, sementara saya justru tidak bisa tidur!.
Hal sederhana ini menyentakkan saya, betapa ada perbedaan yang cukup besar antara pria dan wanita, dan kita perlu mengerti, menyadari, menerima. Ini akan membangun pernikahan yang kuat. Pria mendambakan, terobsesi untuk menjadi kuat dan perkasa, sementara belum tentu itu yang diinginkan oleh isterinya, sebagai hal yang utama. Seolah-olah ada putus komunikasi antara suami dan isteri. Masing-masing berkomunikasi dengan majalah, internet dan dijejali oleh masukkan dari media, dan ingin memuaskan fantasinya dan bukan pasangannya.

Hai para pria, engkau tidak perlu merasa minder kalau engkau hanya mampu ‘bertempur’ dalam beberapa menit saja. Asalkan engkau memuaskan pasanganmu dalam bidang sisi kehidupan lainnya. Wanita hidup dan merangkai semua bagian hidupnya dengan hatinya, menjadikan semuanya berkesinambungan. Wanita lebih perlu dipuaskan ‘perasaannya’, emosinya, hatinya, maka tubuhnya akan mengikuti.

Hai para pria engkau juga tidak perlu minder dengan ‘punyamu’ yang cuma 11 cm atau bahkan kurang, karena penelitian menunjukkan laki-laki diseluruh muka bumi rata-rata 11-13 cm sedangkan dalamnya liang vagina hanya 7-9 cm saja. Engkau tidak perlu mencari-cari obat yang aneh-aneh untuk memperbesar dan memperpanjang. Engkau tidak perlu mencari obat kuat. Yang engkau perlukan adalah menjadi laki-laki yang memiliki ‘kelembutan’ empati dan simpati, perhatian, pengertian dan kasih sayang.

Jika wanita perlu waktu yang lebih lama untuk puas, maka ‘lama’ ini bukan hanya saat ‘bertempur’, tetapi waktu pemuasan bisa dimulai ketika makan pagi engkau mulai memujinya, siang hari engkau menelphonenya, pulang kantor engkau mendengarnya sambil memijit kakinya atau mengelus punggungnya, engkau memperhatikannya, engkau menerimanya, maka saat bercinta itu hanya klimaksnya saja.

Mengenai keperkasaan, sebenarnya wajar-wajar saja, dan perolehlah dengan cara yang wajar, melalui istiharat, olah raga yang teratur. Jika jantung kuat, aliran darah lancar serta penguasaan diri, penguasaan hati dilatih engkau akan bisa lama bertahan (Ejakulasi sebenarnya ada miripnya dengan kencing, bahkan otot yang menahan adalah otot yang sama, yang kita bisa menahannya. Jika hendak memuncak, tahan dan atur nafas engkau bisa mengaturnya). Hentikan rokok, alkohol, kebiasaan tidur larut malam, yang tidak baik buat jantung dan aliran darah. Penggunaan obat kuat perangsang hanya memberikan efek sementara tetapi dalam jangka panjang merusak tubuh. Bahkan berbahaya karena memacu jantung terlalu cepat, beberapa kasus membuat orang meninggal.

Saya sampaikan prinsip; “bahwa hati dan juga pikiran atau jiwa mempengaruhi tubuh”. Jadi aspek yang paling penting untuk dirubah adalah pikiran dan bukan minum obat kuat. Engkau akan melakukan yang engkau yakini bisa melakukan dan yang engkau katakan bisa melakukan. Fantasikan/ pikirkan 10 menit engkau akan mampu 10 menit. Latihlah penguasaan diri, latihan nafas, tidak bernafsu, belajar lemah lembut. Saya telah berhasil merubah dari 1-3 menit menjadi mau 10 atau 15 menit tergantung mau seberapa lama, selamat mencoba.

PERBEDAAN PRIA & WANITA: Biologis & Psikologis

Sebuah survey di Amerika menunjukkan bahwa 70% alasan pria untuk menikah adalah karena kebutuhan biologis, karena dorongan dan kebutuhan sexual, karena tertarik secara fisik. Laki-laki melihat wanita cantik dan sexi dan tertarik atau jatuh cinta. Sementara survey yang sama terhadap wanita, menunjukkan bahwa 60% wanita menikah karena kebutuhan akan rasa aman, masa depan, kebutuhan untuk ‘mencintai dan dicintai’. Wanita tertarik dengan laki-laki yang baik, bertanggung jawab, mapan secara ekonomi , bukan soal cinta uang, tetapi memberi rasa aman (psikologis).

Pria yang putus cinta dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan wanita akan mendapatkan pasangan baru. Mayoritas duda akan segera menikah lagi, sementara tidak semua janda akan menikah lagi. Orang Indonesia ada yang berkata secara ringan dalam obrolan yang berkelakar; “Wanita menikah sedang pria kawin”. Laki-laki ‘jatuh’ cinta, wanita cintanya ‘bersemi’ atau ‘tumbuh cinta’.

PERBEDAAN PRIA & WANITA: Hasil & Proses

Pria akan menyetir mobilnya cepat-cepat dan cenderung mengebut dengan target; “Saya akan bisa sampai di kota itu dalam waktu 3 jam, ah tidak bahkan 2.5 jam, oo … mungkin 2.25 jam karena jalan sudah bagus dan agak sepi”. Laki-laki hasil atau tujuan itu penting, dia ingin segera sampai di tujuan, memecahkan rekor dari perjalanan sebelumnya, kalau dulu 2.5 jam sekarang 2.25 jam saja.

Sementara wanita akan lebih senang kalau suaminya menyetir dengan pelan-pelan saja, sehingga mereka bisa ‘ngobrol’ dijalan sambil menikmati pemandangan. Wanita akan pusing atau bahkan mual kalau suaminya ngebut. Sementara laki-laki tidak konsentrasi jika nyetir diajak bicara. Bagi wanita apa bedanya dengan sampai lebih lambat 30 menit, kenapa harus buru-buru? Pria memikirkan dan mengutaman hasil, wanita menikmati proses.

Konsep ini berlaku bukan hanya untuk perjalanan, tetapi juga aspek yang lain, termasuk dalam bercinta atau sex.(Saya bahas dalam posting selanjutnya soal Sex dan Waktu)

PERBEDAAN PRIA & WANITA: Membuat,Memulai dan Memelihara

suatu, wanita suka memelihara sesuatu. Pria bangga dengan berkarya sedangkan wanita akan senang dengan tekun memelihara, wanita akan damai sejahtera jika ‘memiliki’ sesuatu.

Sesuatu ini kita bisa menggantikannya dengan uang. Pria dengan semangat akan menginvestasikan dan menginvestasikan lagi uangnya untuk membuat usaha baru, toko baru, cabang baru, produk baru atau perluasan usaha maupun soaial. Wanita tidaklah terlalu tertarik dengan omset yang besar, dia lebih tertarik dengan ‘seberapa’ yang bisa dipegang dan ‘dimiliki’? Maka akan banyak isteri-isteri usul kepada suaminya; supaya tidak semua keuntungan itu diputar ulang, tetapi dibelikan sesuatu yang bisa ‘dimiliki’, seperti rumah atau deposito atas ‘namanya’.

Wanita akan ‘damai di bumi’ kalau ‘memiliki’ sesuatu, kalau rumahnya, sertifikatnya atas namanya, deposito atas namanya, mobil atas namanya. Wanita akan tersenyum lebar kalau di dompet dan tabungannya ada saldonya, karena dia ‘memiliki’. Mereka berkata ini buat ‘pegangan’ kalau ada perlu.

Pria banyak yang senang dengan membuat atau memulai sesuatu yang baru, binatang piaraan, entahkah ikan koi, aquarium, burung anjing ataupun kucing, tetapi cukup sering akhirnya isterilah atau pembantu yang repot merawat dan memeliharanya dibulan berikutnya. Setelah menikmati sebulan, maka pria mulai bosan. Wanita cenderung lebih tekun.

Sesuatu juga bisa berbicara soal anak. Wanita senang dengan memelihara anak, memandikannya, mengepang-ngepang rambutnya, bahkan ‘ngelonin’ (anak tidur bersama dengan dia) (bahkan mungkin sang suami mulai protes: ”Kenapa sih Ma… si-unyil ini tidur dengan kita terus?” “Kasihan Paa… dia masih kecil” “Ya kasihan saya Ma saya sudah besar!” Wanita/ Ibu dengan senang hati memberi anaknya makan dan mengajaknya bermain, sementara pria? Kalau anak berkata kepada papanya: “Pa mandiin aku dong?” “Pa kepangin rambutku dong” dll jawabannya sama “Sana sama Mama”. Pria tidak senang memelihara anak pria senang membuatnya!/ menghasilkan anak!.

2 responses

1 10 2010
indah

mantabs …makasih infonya…
Kalo saja smua orang mempraktekkan smua isi inspirasi pernikahan ini.. mungkin perceraian tidak akan terjadi.. Ayo para suami, para istri baca inspirasi pernikahan ini..

21 08 2012
Nyunyut

thanks…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: